Pada pembangunan timbangan truk (weighbridge), salah satu bagian yang sangat menentukan akurasi penimbangan adalah tapak load cell. Dudukan ini bukan hanya berfungsi sebagai tempat memasang load cell, tetapi juga menjadi penghubung antara pondasi beton dan struktur timbangan. Oleh karena itu, pembuatan tapak harus dilakukan dengan ukuran yang presisi agar posisi load cell benar-benar tegak lurus terhadap mounting yang terdapat pada IWF (I Beam) sasis timbangan.
Salah satu metode yang banyak digunakan adalah membuat plat tapak terpisah, kemudian mengelasnya dengan plat pondasi yang telah ditanam saat pengecoran. Metode ini jauh lebih mudah dibandingkan langsung menanam dudukan load cell ke dalam beton karena memungkinkan penyetelan posisi sebelum pengelasan permanen.

Spesifikasi Tapak Load Cell
Tapak yang digunakan pada contoh ini memiliki spesifikasi sebagai berikut.
| Spesifikasi | Ukuran |
|---|---|
| Material | Plat baja |
| Panjang | 15 cm |
| Lebar | 15 cm |
| Tebal | 12 mm |
| Baut tanam | 4 buah |
| Mur | Ukuran kunci 22 |
| Jarak antar sumbu baut | 8 cm × 10 cm |
Plat baja setebal 12 mm dipilih karena cukup kuat menopang beban besar serta tidak mudah mengalami deformasi akibat tekanan maupun proses pengelasan.
Menggunakan Baut Tanam
Pada plat berukuran 15 × 15 cm dipasang empat buah baut tanam.
Baut dipasang dari bagian bawah sehingga:
- kepala baut berada di sisi bawah,
- sisi bawah plat tetap rata,
- baut dilas agar tidak ikut berputar saat mur dikencangkan.
Di sisi atas akan terlihat ulir baut yang nantinya digunakan untuk mengikat load cell Zemic HM9B menggunakan mur.
Dengan sistem ini, proses pemasangan maupun pelepasan load cell menjadi jauh lebih mudah.

Mengapa Bagian Bawah Harus Rata?
Permukaan bawah plat bukan dibuat rata untuk langsung ditempel pada beton, melainkan agar dapat dilas secara sempurna pada plat pondasi yang telah dipasang saat proses pengecoran.
Plat pondasi tersebut sebelumnya sudah ditanam di dalam beton dan dilengkapi dengan:
- baut angkur (anchor bolt),
- besi cakar ayam sebagai pengikat,
- posisi elevasi yang telah disesuaikan dengan gambar kerja.
Karena permukaannya rata, hasil pengelasan menjadi lebih kuat dan lebih mudah menghasilkan bidang yang presisi.
Keuntungan Mengelas Setelah Pondasi Selesai
Metode ini memiliki kelebihan yang sangat besar dibandingkan langsung menanam tapak load cell saat pengecoran.
Setelah pondasi selesai dicor dan benar-benar mengeras, teknisi dapat meletakkan plat tapak di atas plat pondasi, kemudian melakukan penyetelan posisi hingga benar-benar sejajar dengan mounting load cell yang telah terpasang pada IWF sasis timbangan.
Dengan demikian, posisi load cell dapat dibuat:
- tegak lurus,
- tidak miring,
- tidak mengalami gaya puntir,
- sejajar dengan struktur atas timbangan.
Setelah posisi sudah benar, barulah dilakukan pengelasan permanen.
Metode ini memberikan toleransi penyetelan yang sangat membantu pada saat instalasi di lapangan karena sedikit pergeseran akibat pekerjaan sipil masih dapat dikoreksi sebelum pengelasan dilakukan.
Jarak Baut Harus Presisi
Keempat baut dipasang membentuk persegi panjang dengan ukuran:
- 8 cm antar sumbu baut pada arah lebar.
- 10 cm antar sumbu baut pada arah panjang.
Ukuran ini harus dibuat dengan ketelitian tinggi agar load cell dapat dipasang tanpa pemaksaan.
Lubang baut yang tidak presisi dapat menyebabkan:
- load cell sulit dipasang,
- posisi load cell menjadi miring,
- timbul gaya samping yang memengaruhi akurasi,
- umur load cell menjadi lebih pendek.
Langkah-Langkah Pembuatan
1. Potong Plat Baja
Siapkan plat baja ukuran:
- 150 mm × 150 mm
- Tebal 12 mm
Pastikan sisi-sisinya siku dan rata.
2. Tandai Posisi Baut
Ukur dengan teliti posisi empat baut.
Jarak antar sumbu harus:
- Horizontal = 80 mm
- Vertikal = 100 mm
Gunakan penitik agar posisi pengeboran tidak bergeser.
3. Bor Plat
Bor empat lubang sesuai diameter baut yang digunakan.
Pastikan lubang tegak lurus terhadap permukaan plat.
4. Pasang Baut Tanam
Masukkan baut dari sisi bawah plat.
Kemudian las kepala baut agar:
- baut tidak berputar,
- posisi tetap tegak,
- sambungan memiliki kekuatan tinggi.
5. Bersihkan Permukaan Bawah
Ratakan bekas pengelasan bila diperlukan sehingga seluruh permukaan bawah plat dapat menempel sempurna pada plat pondasi saat proses pengelasan.
6. Las ke Plat Pondasi
Setelah pondasi selesai dicor dan struktur atas timbangan telah dipasang, letakkan plat tapak di atas plat pondasi.
Lakukan penyetelan posisi hingga:
- sejajar dengan mounting pada IWF,
- tinggi sesuai elevasi,
- load cell berada pada posisi tegak lurus.
Baru setelah semuanya tepat, lakukan pengelasan penuh di sekeliling plat.
Cara ini menghasilkan dudukan yang lebih presisi dibandingkan menanam tapak secara permanen saat pengecoran.
Keunggulan Sistem Ini
Beberapa keuntungan metode ini antara lain:
- Memudahkan proses instalasi load cell.
- Posisi load cell dapat disetel dengan akurat sebelum pengelasan permanen.
- Mengurangi risiko kesalahan posisi akibat toleransi pekerjaan sipil.
- Dudukan menjadi sangat kuat karena dilas langsung ke plat pondasi yang telah diangkur ke beton.
- Memastikan load cell bekerja pada posisi yang benar sehingga akurasi timbangan tetap terjaga.
- Mempermudah proses perawatan atau penggantian load cell di kemudian hari.
Kesimpulan
Tapak load cell Zemic HM9B 30 ton sebaiknya dibuat menggunakan plat baja 15 × 15 cm dengan ketebalan 12 mm, dilengkapi empat baut tanam berjarak 8 cm × 10 cm. Berbeda dengan metode yang langsung menanam tapak ke dalam beton, desain ini menggunakan plat pondasi yang telah dicor lebih dahulu dan diperkuat dengan baut angkur serta cakar ayam. Setelah pondasi mengeras, plat tapak dilas pada plat pondasi tersebut.
Metode ini memberikan fleksibilitas yang sangat penting saat pemasangan, karena teknisi dapat menyetel posisi tapak hingga benar-benar tegak lurus dan sejajar dengan mounting load cell pada IWF sasis timbangan sebelum dilakukan pengelasan permanen. Hasil akhirnya adalah konstruksi yang kokoh, presisi, dan mampu mendukung performa load cell secara optimal sehingga sistem timbangan truk tetap akurat dan andal dalam penggunaan jangka panjang.